Tuesday, November 8, 2011

Mengenal MYOB

MYOB merupakan salah satu generalized accounting software yang cukup populer di Indonesia. Generalized accounting software berguna untuk merekam transaksi bisnis, dan menghasilkan laporan keuangan otomatis.Software akuntansi yang general ini bisa dipakai oleh perusahaan skala kecil sampai menengah. Ada tiga versi MYOB yang beredar di Indonesia, yaitu:
1. MYOB basic
2. MYOB accounting
3. MYOB premier

MYOB basic adalah varian MYOB yang paling murah (dengan harga jual Rp800.000 per lisensi) dan paling sederhana. Tidak disarankan untuk sebuah perusahaan yang menginginkan laporan keuangan yang lengkap. Menu yang tersedia hanyalah :

  • Accounts
  • Banking
  • Sales
Dalam MYOB basic, tidak ada Inventory, tidak ada modul Pembelian, kartu stock, laporan utang, tidak bisa send to excel secara otomatis.



Ingin mencoba MYOB basic? Penulis sediakan cara mensettting MYOB Basic dan contoh transaksi yang dapat dipakai untuk praktikum MYOB Basic. 
  1. Setting Awal
  2. Merekam data master
  3. Neraca Awal
  4. Contoh Transaksi untuk MYOB Basic.

MYOB Accounting yang saat ini beredar adalah MYOB versi 18. MYOB Accounting dijual dengan harga Rp5,5 juta per lisensi. Satu perbedaan mencolok antara MYOB Basic dengan MYOB Accounting adalah, MYOB Accounting sudah dilengkapi denga fitur untuk melacak persediaan. Orang accounting menyebutnya, catatan persediaan perpetual. Jadi setiap ada mutasi barang akan terlacak (barang masuk akibat pembelian atau retur penjualan, maupun barang keluar akibat penjualan atau retur pembelian). Bahkan MYOB juga bisa melacak barang yang diunpack (misalnya, perusahaan membeli pakan kucing satu sak 20 kg). MYOB dapat dipakai untuk merekam transaksi pembongkaran sak 20 kg tersebut menjadi kemasan satu kiloan. Sebaliknya, MYOB juga bisa mencatat barang rakitan. Sebagai contoh, toko swalayan ingin menjual parsel lebaran. Perubahan persediaan dari sekotak nutrisari, sekotak nescafe, sekaleng permen fox dan sebuah keranjang, menjadi satu unit parsel juga dapat direkam dalam MYOB Accounting.


Fitur yang dimiliki oleh MYOB Accounting adalah:



  • Accounts : daftar akun, buku besar, jurnal, multi job, multi category, anggaran
  • Banking : rekening bank, pengeluaran kas, penerimaan kas, rekonsiliasi bank, cetak formulir pengeluaran kas dan penerimaan kas, laporan kas flow
  • Sales : Quotation, Order, Invoice, cetak faktur, cetak faktur pajak, cetak surat jalan, retur penjualan, penerimaan kas dari pelanggan, analisa laporan penjualan berdasarkan penjual, barang (item), pelanggan, sumber informasi dan lainnya.
  • Purchases : Quoatation, Order, Receive Item, Bill, cetak PO, retur pembelian, pengeluaran kas untuk membayar utang pemasok, analisa pembelian berdasarkan barang, supplier, sumber informasi pembelian lainya.
  • Inventory : persediaan barang, mutasi stock, penyesuaian barang (harga dan kuantitas), auto build (membuat item otomatis), stock opname.
  • Card File : daftar piutang (customer), utang (supplier), employee dan personal. Menampung juga laporan tentang daftar umur utang dan piutang.
  • Send to Excel
  • Send to PDF
  • Send to html
  • Company Data Auditor
  • Import transaksi data master lainnya dari TXT, XLS, CSV dll
  • Export transaksi dan data master lainnya ke XLS, html, PDF, TXT, CSV dll.
Keterbatasan dari MYOB Accounting adalah sebagai berikut.
  • Single User : hanya bisa digunakan oleh 1 user saja yang log in di satu database yang sama
  • Single Currency : hanya bisa digunakan untuk mencatat satu mata uang.
Tertarik untuk mencoba MYOB Accounting? Silahkan pakai contoh transaksi berikut untuk belajar menggunakan MYOB Accounting.

Kasus MYOB Accounting: Saldo Awal



MYOB Premier adalah varian MYOB dengan fitur terlengkap. Perbedaan utama antara MYOB Premier dengan MYOB Accounting adalah fasilitas MYOB premier untuk menangani transaksi multicurrency, fasilitas untuk melacak mutasi antar gudang, serta fasilitas multiuser. MYOB premier dijual dengan harga Rp9juta per lisensi.

Fitur MYOB Premier adalah sebagai berikut :

  • Accounts : daftar akun, buku besar, jurnal, multi job, multi category, anggaran
  • Banking : rekening bank, pengeluaran kas, penerimaan kas, rekonsiliasi bank, cetak formulir pengeluaran kas dan penerimaan kas, laporan kas flow
  • Sales : Quotation, Order, Invoice, cetak faktur, cetak faktur pajak, cetak surat jalan, retur penjualan, penerimaan kas dari pelanggan, analisa laporan penjualan berdasarkan penjual, barang (item), pelanggan, sumber informasi dan lainnya.
  • Time Billing : Activities List, Activity Slip, Prepare Time Billing, Report Time Billing
  • Purchases : Quoatation, Order, Receive Item, Bill, cetak PO, retur pembelian, pengeluaran kas untuk membayar utang pemasok, analisa pembelian berdasarkan barang, supplier, sumber informasi pembelian lainya.
  • Inventory : persediaan barang, mutasi stock, penyesuaian barang (harga dan kuantitas), auto build (membuat item otomatis), stock opname.
  • Card File : daftar piutang (customer), utang (supplier), employee dan personal. Menampung juga laporan tentang daftar umur utang dan piutang
  • Single/Multi User : bisa digunakan oleh 1 user saja yang log in di satu database yang sama atau bisa bekerjasama secara tim (lebih dari 1 users) dalam waktu bersamaan.
  • Single/Multi Currency : bisa digunakan untuk mencatat satu mata uang lokal saja atau bisa mencatat transaksi dalam mata uang asing dengan mengisikan kurs transaksi, dan menghitung laba rugi selisih kurs secara otomatis (Realisasi selisih kurs maupun unrealisasi selisih kurs bulanan)
  • Multi Location (Gudang)
  • Multi Sales Price Level
  • Negative Inventory on Sales
  • Send to Excel
  • Send to PDF
  • Send to html
  • Company Data Auditor
  • Import transaksi data master lainnya
  • Export transaksi dan data master lainnya

Pertanyaan terakhir, MYOB manakah yang cocok  dengan usaha kita? TEntu saja,tergantung pada konteks usaha kita. SEbagai contoh, sebuah toko sepatu yang membeli barang dengan rupiah dan menjual juga dengan rupiah. SEbaiknya, toko tersebut memilih MYOB Accounting.



Kasus lain, seorang pengrajin di daerah Bantul. Konsumen pengrajin tersebut bisa berasal dari Jawa, Luar Jawa, bahkan dari mancanegara. Pertanyaan berikutnya, sekalipun perusahaan ini bertransaksi dengan orang luar negeri, tetapi, jika bank si pengrajin dalam rupiah, sehingga siapapun yang mengirim uang ke pengrajin, otomatis uangnya menjadi rupiah, maka si pengrajin tersebut masih bisa memanfaatkan MYOB accounting.

Sebaliknya, jika pengrajin memiliki bank dollar.Tentusaja, lebih tepat bagi si pengrajin untuk menggunakan MYOB premier.


Tertarik untuk mengenal MYOB lebih jauh? Kunjungi saja blog Myob Indonesia yang berwenang atas penjualan lisensi MYOB di Indonesia.

1 comment:

Zuhrie Rasyidi said...

gan kalo perusahaan manufactur bisa make myob mana yah.