Showing posts with label rekening. Show all posts
Showing posts with label rekening. Show all posts

Monday, December 31, 2012

Kode Rekening untuk Salon


Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam merancang kode rekening. Yang pertama, kita mesti memahami kondisi perusahaan (yang tidak selalu sama seperti perusahaan lain). Yang kedua, kita perlu memahami kebutuhan informasi manajemen (yang akan menentukan tingkat detail kode rekening yang mesti kita buat).

Oleh karena itu, sebelum membuat kode rekening, kita perlu memahami kondisi perusahaan terlebih dahulu.

Layanan jasa Salon Jelita dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar. Pertama, perawatan rambut dan badan. Yang kedua, persewaan busana. Dan yang ketiga adalah layanan rias (make up). Pelanggan Salon Jelita dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu pelanggan perseorangan dan institusi. Penjualan jasa ke pelanggan perorangan biasanya dilakukan secara tunai. Penjualan jasa kepada institusi adakalanya dilakukan secara kredit (apalagi jika institusi terkait sudah merupakan pelanggan jasa salon). Terakhir, Salon Jelita dimiliki oleh Ibu Ratih. Salon Jelita belum berbadan usaha.

Setelah mempertimbangkan keadaan Salon Jelita, maka perancang sistem memutuskan untuk memisahkan penjualan menjadi tiga kelompok. Kali ini, kita mesti menyediakan rekening piutang karena Salon Jelita melayani penjualan kredit. Berikutnya, kita juga mesti menyesiakan rekening uang muka dari pelanggan (sebagai rekening utang) karena lazimnya dalam penjualan jasa salon, konsumen akan menitipkan uang muka pada saat mereka memesan jasa rias. Terakhir, karena Salon Jelita merupakan perusahaan perseorangan, maka struktur modal Salon Jelita berbeda dengan struktur modal untuk kasus Toko Swalayan. Silahkan dibandingkan dengan kode rekening untuk toko Swalayan.

AS110 Kas
AS120 Piutang
AS130 Persediaan Suplies Salon
AS140 Uang muka
AS100 Aset Tetap
AS190 Aset lain-lain
LB200 Utang
LB210 Utang dagang
LB220 Uang muka dari pelanggan
LB230 Utang lancar lain
LB250 Utang bank
LB260 Utang koperasi
EQ100 Modal disetor
EQ200 Saldo Laba
EQ300 Prive
RV100 Layanan Jasa Perawatan Rambut dan Badan
RV200 Persewaan busana
RV300 Layanan Jasa Rias
EX100 Beban gaji dan tunjangan
EX200 Beban utilitas toko
EX300 Beban administrasi lainnya
EX400 Beban penjualan
OR100 Pendapatan di luar usaha
OE100 Beban di luar usaha

Sunday, December 30, 2012

Kode Rekening: Toko Swalayan

Berikut disajkan contoh kode rekening untuk sebuah toko swalayan

AS100 Kas
AS110 Kas di tangan
AS120 Kas di Bank
AS130 Persediaan Barang Dagangan
AS140 Uang muka
AS100 Aset Tetap
AS190 Aset lain-lain
LB200 Utang
LB210 Utang dagang
LB220 Utang lancar lain
LB250 Utang bank
LB260 Utang koperasi
EQ100 Modal disetor
EQ200 Saldo Laba
RV100 Penjualan
EX100 Beban gaji dan tunjangan
EX200 Beban utilitas toko
EX300 Beban administrasi lainnya
EX400 Beban penjualan
OR100 Pendapatan di luar usaha
OE100 Beban di luar usaha

Ini, hanyalah satu contoh. Boleh saja, pengelompokan dibuat lebih detail, misalnya biaya diklasifikasi lebih detail, bukan hanya beban administrasi lain. Lebih jauh, diperinci menjadi beban transportasi, beban pengembangan karyawan, beban suplies dan lain sebagainya.

Berikutnya, dalam contoh kode di atas, tidak ada rekening piutang. Tentu saja, karena ini merupakan toko swalayan, di mana semua penjualan dilakukan secara tunai.

Sebagai pembanding, silahkan berkunjung ke halaman berikut tentang contoh kode rekening untuk Salon Jelita.  

Akun

Akun dikenal juga dengan nama rekening. Akun atau rekening ini merupakan item yang nantinya akan tersaji dalam laporan keuangan. Sesuai dengan penyajiannya dalam laporan keuangan, akun atau rekening ini dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok besar.

1. Rekening Aset
2. Rekening Utang
3. Rekening Ekuitas atau rekening Modal
4. Rekening Pendapatan
5. Rekenking Beban

Jika perlu, perancang sistem atau perusahaan dapat juga menambahkan kelompok rekening lain, seperti

6. Rekening Pendapatan di luar usaha atau Rekening Pendapatan Lain-lain
7. Rekening Beban di luar usaha atau Rekening Beban Lain-lain

Pengelompokkan rekening ini, bukanlah harga mati. Yang penting dalam pembuatan rekening dan pengelompokan rekening adalah, rekening ini harus sesuai dengan kondisi perusahaan. Misalnya dalam perusahaan manufaktur, bisa saja perancang sistem memilih untuk mengelompokkan rekening menjadi seperti berikut ini.

1. Rekening Aset
2. Rekening Utang
3. Rekening Ekuitas atau rekening Modal
4. Rekening Pendapatan
5. Rekening Harga Pokok Penjualan
6. Rekening Harga Pokok Produksi
7. Rekening Beban penjualan dan administrasi
8. Rekening Pendapatan di luar usaha atau Rekening Pendapatan Lain-lain
9. Rekening Beban di luar usaha atau Rekening Beban Lain-lain

Dua hal yang perlu diingat dalam membuat kode rekening adalah istematis dan fleksibel (untuk menampung perkembangan bisnis di masa yang akan datang).  

Sebagai contoh dan pembanding, penulis menyajikan contoh kode rekening untuk sebuah swalayan dan kode rekening untuk salon. Dapat dilihat, perbedaan kode ditentukan oleh karakteristik usaha, karakteristik perusahaan serta kebijakan manajemen.