Showing posts with label pengendalian umum. Show all posts
Showing posts with label pengendalian umum. Show all posts

Monday, November 21, 2011

Pengendalian atas Sumber Daya Perusahaan

PENGENDALIAN ATAS SUMBER DAYA PERUSAHAAN
  1. Proteksi dari akses oleh pihak yang tidak berwenang
  2. Proteksi dari bencana alam
  3. Proteksi dari breakdowns dan interupsi bisnis
  4. Pengawasan atas keamanan perusahaan (audit)
PROTEKSI DARI AKSES OLEH PIHAK YANG TIDAK BERWENANG
  1. Satpam
  2. Resepsinis
  3. Teralis
  4. Lampu penerangan
  5. Alarm pencuri
  6. Alarm kebakaran
  7. Alarm untuk mengawasi gerakan
  8. Pintu yang terkunci
  9. Monitor televisi
  10. Brankas
  11. Kas register yang terkunci
  12. Logs dan register
  13. Asuransi atas harta organisasi
  14. Batasan atas siapa yang boleh masuk ke area tertentu
  15. Terminal komputer yang terkunci
  16. Terminal komputer yang tidak dapat diakses
  17. Pintu yang hanya terbuka dengan kartu akses
  18. Kartu identitas karyawan
  19. Password
  20. Log in/log out tamu
  21. Foto para pengunjung/tamu
  22. Pemandu bagi tamu yang berkunjung ke area tertentu
PROTEKSI DARI BENCANA ALAM
  1. Sarana pemadam kebakaran
  2. Kotak tahan api
  3. Air conditioning (untuk mempertahankan suhu komputer)
  4. Pengendali kelembaban
  5. Ruang yang anti air
  6. Drainase yang baik
  7. Pendeteksi air bawah tanah
  8. Konstruksi yang tahan api
  9. Tenaga listrik cadangan
  10. Asuransi
  11. Rencana keamanan dan kontijensi bencana
  12. Isolasi atas ruang computer
PROTEKSI DARI BREAKDOWNS DAN INTERUPSI BISNIS
  1. Sarana backup
  2. Asuransi
PROTEKSI ATAS DATA ORGANISASI
Data organisasi perlu diproteksi dalam hal:
  1. Deteksi dari pencurian atau akses data dari pihak yang tidak berwenang
  2. Deteksi atas usaha untuk mengakses atau merubah data
  3. Proteksi untuk mencegah kehilangan data dan perubahan data perusahaan
  4. Rekonstruksi atas data perusahaan yang rusak atau hilang
Deteksi dari pencurian atau akses data dari pihak yang tidak berwenang
  1. Pintu yang terkunci
  2. Terminal yang terkunci
  3. Akses yang terbatas
  4. Partisi atas penyimpanan data dan program
  5. Password
  6. Penghancur kertas
  7. Fungsi terminal yang terbatas
  8. Prosedur callback
Deteksi atas usaha untuk mengakses atau merubah data
  1. Log untuk mengakses data
  2. Log untuk mengendalikan data
  3. Aplikasi untuk mengendalikan akses
  4. Log atas perubahan program dan sistem
Proteksi untuk mencegah kehilangan data dan perubahan data perusahaan
  1. Log library
  2. Log transaksi
  3. Write protect atas media penyimpanan (CD, harddisk dll)
  4. Label eksternal
  5. Label internal
  6. Log batch control
  7. Lockout untuk menangani konkurensi
Rekonstruksi atas data perusahaan yang rusak atau hilang
  1. Log aktivitas
  2. Prosedur backup
  3. Prosedur rekonstruksi (restore)
KEAMANAN DAN PENGENDALIAN ATAS JARINGAN DAN WEB
Paparan risiko atas jaringan dan web:
  1. Kegagalan mentransmisi data
  2. Akses data oleh pihak yang tidak berwenang (tapping)
  3. Kesalahan dalam input data
 Keamanan dan pengendalian yang dapat diaplikasikan:
  1. Penunjukkan admin untuk menangani masalah sekuritas
  2. Enkripsi pesan
  3. Penggunaan perangkat keras yang andal
  4. Backup yang terjadwal
  5. Pengendalian transmisi
  6. Penempatan server di lokasi yang aman
  7. Password
  8. Mekanisme validasi input
  9. Pembatasan akses

Monday, November 7, 2011

Sistem Informasi Pembelian


TUJUAN SIKLUS PEMBELIAN
  1. Untuk memastikan bahwa perusahaan hanya memesan barang yang memang perlu dipesan.
  2. Untuk memastikan bahwa hanya barang yang dipesan yang diterima perusahaan dan bahwa barang yang diterima telah diterima dalam keadaan baik (tidak ada yang rusak atau cacat).
  3. Untuk memastikan bahwa barang yang sudah dibeli tersimpan aman dalam gudang, sampai tiba saatnya barang tersebut dijual kembali atau dipakai dalam proses produksi.
  4. Untuk memastikan bahwa faktur yang diterima dari pemasok adalah faktur yang valid. Jadi, jangan sampai kita ditagih atas barang yang sebenarnya tidak pernah diterima.
  5. Untuk memastikan bahwa transaksi pembelian dicatat dengan benar dan tepat waktu.
  6. Untuk memastikan bahwa kas dikeluarkan untuk membayar utang yang memang legal.

INPUT DATA
Sumber input data:
  1. Permintaan pembelian (purchase requisition). Form pertama dalam siklus pembelian yang berfungsi untuk mengotorisasi terjadinya pembelian dalam perusahaan. Permintaan pembelian ini dibuat oleh bagian Pengendalian Persediaan Barang Dagangan (yang tahu ada tidak barang yang habis) atau oleh Bagian yang membutuhkan (untuk kasus pembelian selain barang dagangan).
  2. Order pembelian (purchase order). Order pembelian dibuat untuk dikirim ke pemasok.
  3. Receiving report (bukti penerimaan barang). Receiving report dibuat oleh bagian penerimaan barang, sebagai dokumentasi barang apa yang diterima, berapa unit yang diterima dan apakah barang yang diterima ada yang rusak atau cacat.
  4. Faktur dari vendor. Faktur dari vendor merupakan tagihan dari Vendor sehingga kita tahu pasti berapa jumlah rupiah yang harus kita bayar ke pemasok.
  5. Disbursement voucher (bukti kas keluar). Dokumen untuk merekam transaksi pengeluaran kas perusahaan (dalam siklus pembelian, berarti pengeluaran kas untuk membayar utang dagang). Dalam satu bukti kas keluar, bisa tercakup lebih dari satu faktur pemasok.
  6. Memo debet. Memo debet berguna untuk mencatat retur pembelian. Memo debet akan dikirim ke pemasok sebagai informasi ke pemasok barang apa yang dikembalikan, berapa banyak yang dikembalikan, dan sekaligus sebagai permohonan pengurangan utang dagang yang harus dibayar.
  7. Permintaan quotation. Dokumen ini berguna untuk menanyakan harga barang yang akan kita beli ke pemasok. Kita mengajukan quotation jika perusahaan berelasi dengan beberapa alternatif pemasok.

PENGENDALIAN INTERNAL
Risiko yang bisa terjadi dalam siklus pembelian adalah sebagai berikut.

  1. Keliru memesan barang yang tidak diperlukan atau memesan barang terlalu banyak.  Jika ini terjadi, akibatnya perusahaan harus menanggung biaya ekstra untuk penyimpanan barang dan lagian uang perusahaan akan macet dalam persediaan (mengurangi likuiditas perusaahaan).
  2. Barang yang sudah dipesan ternyata tidak pernah diterima. Perusahaan akan merugi jika sampai barang yang laris ternyata habis (out of stock), yang berarti perusahaan kehilangan peluang untuk memenuhi pesanan konsumen atau proses produksi menjadi tertunda.
  3. Adanya faktur fiktif atau dokumen pendukung yang lain. Faktur fiktif ini merugikan perusahaan karena perusahaan bisa jadi mengeluarkan kas untuk faktur fiktif tersebut. Detail bagaimana faktur fiktif bisa terjadi dalam sebuah organisasi, silahkan temukan dalam buku Karyawan dapat Menjadi Tikus dan Monster Penghisap DarahPerusahaan.
  4. Adanya persediaan yang sudah daluwarsa atau out of date. Persediaan yang daluwarsa atau out of date di gudang sebenarnya hanyalah menghabiskan space gudang. Tidak ada lagi gunanya menyimpan barang yang sudah daluwarsa. Oleh karena itu barang yang daluwarsa atau out of date sebaiknya segera diafkir dari gudang (dijual dengan sale) atau jika tidak dapat dijual, terpaksa dicatat sebagai kerugian.
  5. Faktur dari pemasok yang legal tetapi informasi dalam faktur tidak benar. Sebagai contoh, adanya salah hitung dalam faktur atau adanya salah kode barang dalam faktur. Kesalahan dalam faktur ini dapat menyebabkan perusahaan ditagih terlalu besar atau terlalu kecil dari utang yang seharusnya.
  6. Lalai membayar satu faktur dua kali. Administrasi yang tidak rapi bisa jadi dapat membuat perusahaan membayar satu faktur dua kali, Tentu saja, jika ini terjadi perusahaan rugi karena kas perusahaan menjadi tertahan di pemasok. Tambahan lagi, jika administrasi pemasok juga tidak rapi, bisa jadi perusahaan harus melalui prosedur yang rumit untuk menarik kembali kas yang terlanjur dikirim ke pemasok.
  7. Pencurian cek oleh karyawan. Tentu saja jika cek kosong perusahaan dimanfaatkan oleh karyawan, maka perusahaan akan rugi. Lebih detail tentang bagaimana skenario pencurian cek perusahaan dan apa yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mencegah terjadinya pencurian cek kosong dapat dilihat dalam buku Karyawan dapat MenjadiTikus dan Monster Penghisap Darah Perusahaan.
  8. Akses terhadap daftar pemasok perusahaan oleh karyawan yang tidak berhak. Daftar pemasok merupakan informasi yang mestinya tidak tersebar ke mana-mana. Bukanlah satu hal yang menguntungkan perusahaan jika informasi ini sampai ke tangan pesaing.
Pengendalian umum yang dapat diterapkan dalam siklus pembelian.

  1. Pengendalian organisasi. Unit yang bertanggung jawab untuk menyimpan persediaan mesti terpisah dari unit yang bertanggung jawab untuk mencatat transaksi. Demikian juga unit yang bertanggung jawab untuk mencatat pengeluaran kas mesti terpisah dari unit yang berwenang untuk menandatangani cek.
  2. Pengendalian dokumen. Idealnya, prosedur dalam pembelian mesti didokumentasikan (termasuk flowchart, contoh dokumen, rancangan database dan lain sebagainya.) Selain itu, setiap kebijakan terkait dengan pembelian mesti dinyatakan secara tertulis  (seperti kebijakan atas tawaran potongan dari pemasok).
  3. Pengendalian praktik manajemen. Praktik manajemen yang baik meliputi antara lain, pelatihan yang memadai atas karyawan, prosedur yang jelas atas pengembangan sistem atau perubahan atas sistem yang sudah berjalan, serta adanyak audit rutin atas siklus pembelian.
  4. Pengendalian akses, seperti adanya password, pembatasan akses terhadap komputer, pembuatan backup data secara rutin, pembatasan akses masuk ke gudang tempat menyimpan barang dan lain sebagainya.

Sunday, March 16, 2008

SISTEM PENJUALAN

TUJUAN SISTEM PENJUALAN
Tujuan sistem penjualan adalah:
  • Mencatat order penjualan dengan cepat dan akurat
  • Memastikan bahwa perusahaan menjual kepada  konsumen yang memang layak menerima kredit (sehingga kalau boleh, tidak ada kredit macet)
  • Memastikan bahwa konsumen menerima kiriman produk dan jasa tepat waktu, sesuai yang dijanjikan
  • Menagih tepat waktu dan akurat, sehingga perputaran kas lebih cepat.
  • Mencatat dan mengelompokkan transaksi keuangan secara cepat dan akurat (ke dalam jurnal maupun ke buku besar)
  • Memastikan keamanan aset perusahaan (barang dagangan maupun kas dari penjualan)
INPUT SISTEM PENJUALAN

Jangan terkejut melihat banyaknya dokumen dalam siklus penjualan ini. Beberapa nama dokumen sebenarnya dapat merupakan rangkap dari dokumen yang lain. Fokus pada bahasan ini adalah fungsi dari dokumen.
  • Order pembelian konsumen (Purchase Order). Order yang diterima dari konsumen
  • Order penjualan. Sarana untuk merekam order konsumen yang dibuat oleh perusahaan.
  • Order acknowledgment. Rangkap dari order penjualan yang dikirim ke konsumen untuk memberi tahu konsumen bahwa ordernya telah diterima.
  • Picking list. Rangkap dari order penjualan yang dikirim ke bagian gudang sebagai surat perintah ke gudang untuk menyiapkan barang yang dipesan.
  • Packing slip. Rangkap dari order penjualan yang disertakan dengan paket barang yang akan dikirim ke konsumen.
  • Billing of ladding. Sarana untuk meminta agen transportasi (kurir) untuk mengirimkan barang perusahaan ke konsumen. Dokumen ini merupakan bukti serah terima barang antara Bagian Pengiriman perusahaan dengan Perusahaan Kurir.
  • Shipping notice. Rangkap dari order penjualan atau dokumen lain yang berfungsi sebagai bukti bahwa barang memang telah dikirimkan. Dokumen ini diverifikasi oleh bagian pengiriman barang, untuk kemudian finalnya diserahkan ke Bagian Penagihan. Bagian Penagihan akan menagih konsumen setelah menerima shipping notice, yang berarti barang telah dikirim ke konsumen. Jadi, shipping notice ini berguna untuk mencegah jangan sampai kita menagih konsumen atas barang yang belum kita kirimkan.
  • Sales invoice. Faktur penjualan yang dikirimkan ke konsumen sebagai sarana penagihan piutang .
  • Remittance advice. Remittance advice semacam kuitansi atau bukti penerimaan kas. Dokumen ini menunjukkan jumlah kas yang diterima dari konsumen. 
  • Deposit slip. Slip setoran uang ke bank.
  • Back order. Dokumen yang dibuat pada saat jumlah persediaan tidak dapat memenuhi permintaan pesanan dari konsumen. 
  • Memo kredit. Dokumen yang berfungsi sebagai bukti kredit atas piutang konsumen, akibat retur penjualan. Memo kredit bergungsi untuk memberi tahu konsumen bahwa barang yang diretur telah diterima dan bahwa piutangnya berkurang sejumlah barang yang diretur.
  • Aplikasi kredit. Formulir untuk merekam data dan informasi konsumen baru yang hendak mengajukan kredit.
  • Salesperson call report. Formulir yang digunakan untuk merekam telpon yang dilakukan salesman untuk memprospek konsumen.
  • Deliquent notice. Dokumen dikirimkan ke konsumen yang piutangnya telah lewat tanggal jatuh tempo. 
  • Write Off Notice. Dokumen yang dibuat oleh manajer kredit untuk mencatat penghapusan piutang. Dokumen ini dibuat pada saat sebuah piutang sudah benar-benar macet.
  • Cash register receipt. Struk kas register yang digunakan oleh toko pengecer untuk merekam kas yang diterima.
OUTPUT SISTEM PENJUALAN

Salah satu tujuan sistem informasi adalah menghasilkan laporan yang berguna bagi manajemen untuk pengambilan keputusan. Output atau laporan yang dapat dihasilkan dari sistem penjualan antara lain.
  • Order konsumen yang belum terpenuhi
  • Jurnal penjualan (daftar faktur penjualan, urut nomor faktur)
  • Daftar pengiriman barang urut per tanggal kirim
  • Jurnal penerimaan kas (daftar remittance advice atau kuitansi, tersaji urut nomor)
  • Daftar memo kredit
  • Daftar umur piutang
  • Trend penjualan dari bulan ke bulan.
  • Penjualan per lini produk tertentu.
PENGENDALIAN INTERNAL
Paparan Risiko yang dihadapi dalam siklus penjualan
  • Penjualan kredit kepada konsumen yang sebenarnya tidak layak menerima kredit, perusahaan dapat rugi karena piutang macet.
  • Kelewat mecatat pengiriman barang atau mengirim barang dan lupa membuatkan tagihan (faktur). Perusahaan rugi karena tidak akan pernah menerima kas dari pengiriman tersebut.
  • Kesalahan dalam membuat faktur (salah jumlah atau salah harga). Konsumen bisa marah atau perusahaan bisa rugi, menagih terlalu rendah.
  • Salah posting, sehingga catatan akuntansi yang dihasilkan salah.
  • Penjualan kredit fiktif, sehingga saldo penjualan dan piutang perusahaan menjadi terlalu besar.
  • Pencurian produk jadi perusahaan
  • Penghapusan piutang konsumen oleh karyawan yang tidak memiliki wewenang, sehingga perusahaan tidak akan pernah menerima kas dari piutang tersebut.
  • Pencurian kas oleh orang yang bertanggung jawab untuk memegang kas.
  • Lapping.
  • Akses terhadap data piutang dan persediaan oleh orang yang tidak berwenang.
  • Virus.
  • Pencurian data konsumen (misal transaksi melalui web)
  • Bertransaksi menggunakan kartu kredti curian
  • Kegagalan server.
Detail dari beberapa risiko ini, penulis ulas dalam buku tentang Karyawan bisa Menjadi Tikus dan Monster Penghisap Darah Perusahaan.

Pengendalian Umum:
  • Pengendalian organisasi. Prinsip umum, bagian pemegang harta kekayaan organisasi mesti terpisah dengan bagian pencatatan. Personel pengembang sistem (yang mengetik dan memodifikasi program) mesti terpisah dengan personel yang menggunakan dan mengoperasikan sistem.
  • Pengendalian dokumentasi. Ada dokumentasi yang lengkap, seperti dokumentasi formulir yang digunakan, flowchart, struktur database, laporan dan output sistem, serta kebijakan manajermen terkait dengan persetujuan kredit, penghapusan piutang macet dan lain sebagainya.
  • Rekonsiliasi aktiva dengan catatan perusahaan.
  • Pengendalian praktik manajemen. Manajer mesti memperkerjakan programer dan akuntan yang kompeten. Pengembangan dan perubahan sistem mesti melalui prosedur yang jelas, ada persetujuan awal, pengujian dan penandatanganan perubahan. Audit atas siklus penjualan. Manajer mereview laporan-laporan yang dihasilkan sistem.
  • Pengendalian otorisasi.
  • Pengendalian akses. Meliputi terminal dengan fungsi yang terbatas, hanya untuk mencatat penjualan dan penerimaan kas; Log untuk merekam semua transaksi penjualan dan penerimaan kas pada saat user masuk ke dalam sistem; Backup secara rutin; Gudang yang terkunci.
Pengendalian Aplikasi
  • Dokumen yang bernomor urut tercetak terkait dengan penjualan, pengiriman barang dan penerimaan kas.
  • Validasi data yang diinputkan ke dalam aplikasi penjualan
  • Koreksi kesalahan pada saat input data, sebelum data diproses lebih lanjut.
Contoh validasi data:
Detail arti setiap validasi data tersebut dapat dilihat dalam bahasan Pengendalian Aplikasi.
  • Validity check (data nya sesuai tidak dengan yang ada di dalam master file)
  • Self checking digit
  • Field check (type data)
  • Limit check
  • Range check
  • Sign check
  • Completeness check
  • Echo check
  • Batch control total
Lebhi lanjut tentang penjualan dapat dilihat di bahasan berikut ini.
1. Faktur Penjualan

Friday, February 29, 2008

Keamanan atas Sistem Pendukung Pemrosesan Informasi

PENGENDALIAN ATAS SUMBER DAYA PERUSAHAAN

  • Proteksi dari akses oleh pihak yang tidak berwenang
  • Proteksi dari bencana alam
  • Proteksi dari breakdowns dan interupsi bisnis
  • Pengawasan atas keamanan perusahaan (audit)

PROTEKSI DARI AKSES OLEH PIHAK YANG TIDAK BERWENANG
  • Satpam
  • Resepsionis
  • Teralis
  • Lampu penerangan
  • Alarm pencuri
  • Alarm kebakaran
  • Alarm untuk mengawasi gerakan
  • Pintu yang terkunci
  • Monitor televisi
  • Brankas
  • Kas register yang terkunci
  • Logs dan register
  • Asuransi atas harta organisasi
  • Batasan atas siapa yang boleh masuk ke area tertentu
  • Terminal komputer yang terkunci
  • Terminal komputer yang tidak dapat diakses
  • Pintu yang hanya terbuka dengan kartu akses
  • Kartu identitas karyawan
  • Password
  • Log in/log out tamu
  • Foto para pengunjung/tamu
  • Pemandu bagi tamu yang berkunjung ke area tertentu

PROTEKSI DARI BENCANA ALAM

  • Sarana pemadam kebakaran
  • Lemari tahan api
  • Air conditioning (untuk mempertahankan suhu komputer)
  • Pengendali kelembaban
  • Ruang yang anti air
  • Drainase yang baik
  • Pendeteksi air bawah tanah
  • Konstruksi bangunan tahan api
  • Tenaga listrik cadangan (generator diesel)
  • Asuransi
  • Rencana keamanan dan kontijensi bencana
  • Isolasi atas ruang computer

PROTEKSI DARI BREAKDOWNS DAN INTERUPSI BISNIS
  • Sarana backup
  • Asuransi
PROTEKSI ATAS DATA ORGANISASIData organisasi perlu diproteksi dalam hal:
  • Deteksi dari pencurian atau akses data dari pihak yang tidak berwenang
  • Deteksi atas usaha untuk mengakses atau merubah data
  • Proteksi untuk mencegah kehilangan data dan perubahan data perusahaan
  • Rekonstruksi atas data perusahaan yang rusak atau hilang

Deteksi dari pencurian atau akses data dari pihak yang tidak berwenang
  • Pintu yang terkunci
  • Terminal yang terkunci
  • Akses yang terbatas
  • Partisi atas penyimpanan data dan program
  • Password
  • Penghancur kertas
  • Fungsi terminal yang terbatas
  • Prosedur callback

Deteksi atas usaha untuk mengakses atau merubah data
  • Log untuk mengakses data
  • Log untuk mengendalikan data
  • Aplikasi untuk mengendalikan akses
  • Log atas perubahan program dan sistem
Proteksi untuk mencegah kehilangan data dan perubahan data perusahaan
  • Log library
  • Log transaksi
  • Write protect atas media penyimpanan (CD, harddisk dll)
  • Label eksternal
  • Label internal
  • Log batch control
  • Lockout untuk menangani konkurensi

Rekonstruksi atas data perusahaan yang rusak atau hilang
  • Log aktivitas
  • Prosedur backup
  • Prosedur rekonstruksi (restore)
Keamanan dan Pengendalian atas Jaringan dan WEB

Paparan risiko atas jaringan dan web:
  • Kegagalan mentransmisi data
  • Akses data oleh pihak yang tidak berwenang (tapping)
  • Kesalahan dalam input data
Keamanan dan pengendalian yang dapat diaplikasikan:
  • Penunjukkan admin untuk menangani masalah sekuritas
  • Enkripsi pesan
  • Penggunaan perangkat keras yang andal
  • Backup yang terjadwal
  • Pengendalian transmisi
  • Penempatan server di lokasi yang aman
  • Password
  • Mekanisme validasi input
  • Pembatasan akses

Konsep Pengendalian Umum dan Aplikasi

Pengendalian umum berbeda dengan pengendalian aplikasi. Dalam bahasa gampang, pengendalian umum adalah semua bentuk pengendalian yang tidak terkait langsung dengan aplikasi komputer. Contohnya, memastikan bahwa ruang kantor terkunci, kemudian penempatan satpam di tugas jaga. Sedangkan pengendalian aplikasi adalah semua pengendalian terkait dengan aplikasi tertentu. Semua pengendalian yang dilekatkan dengan satu aplikasi.  


PENGENDALIAN UMUM

Meliputi:
  • Pengendalian organisasi.
  • Pengendalian dokumentasi.
  • Pengendalian akuntabilitas aktiva.
  • Pengendalian praktik manajemen.
  • Pengendalian operasi pusat informasi
  • Pengendalian otorisasi
  • Pengendalian akses
PENGENDALIAN ORGANISASI
Organisasi menetapkan hubungan kerja antara karyawan dan unit organisasi. Struktur organisasi dirancang sedemikian rupa sehingga menghasilkan organisasi yang independen. Organisasi yang independen adalah struktur organisasi yang memisahkan wewenang dan tanggung jawab sedemikian rupa sehingga fungsi yang tidak kompatibel dipisahkan. Selain melalui pemisahan tugas, pengendalian juga dicapai dengan monitoring.

Dalam sistem manual, karyawan yang menangani aktiva mesti dipisahkan dari karyawan yang memiliki otorisasi untuk melaksanakan suatu transaksi dan karyawan yang bertanggung jawab untuk mencatat transaksi.

Sistem informasi memiliki tanggung jawab untuk merekam dan memproses data. Oleh karena itu sistem informasi mesti independen dari semua departemen yang menggunakan data dan informasi tersebut. Departemen pengguna adalah departemen yang memiliki tanggung jawab untuk menginisiasi dan mengotorisasi transaksi. Selain itu, fungsi pengembangan sistem mesti dipisahkan dari sistem pemrosesan transaksi.

PENGENDALIAN DOKUMENTASI
Dokumentasi yang baik berguna untuk efisiensi dalam perbaikan bug sistem, untuk efisiensi dalam pengembangan tambahan aplikasi baru, serta untuk pelatihan karyawan dalam mengenalkan sistem aplikasi.

Dokumentasi yang diperlukan meliputi:
  • Kebijakan terkait dengan sistem, seperti kebijakan pengembangan sistem, kebijakan pengujian sistem, kebijakan operasi computer, dan kebijakan penanganan bencana dan keamanan sistem.
  • Dokumentasi aplikasi sistem, seperti flowchart, data flow diagram, kode rekening, deskripsi prosedur, prosedur koreksi kesalahan, prosedur pengendalian, deskripsi file (termasuk kamus data), format output sistem, dan deskripsi input output sistem.
  • Dokumentasi program.
  • Dokumentasi data
  • Dokumentasi operasi
  • Dokumentasi untuk pengguna.
PENGENDALIAN AKUNTABILITAS AKTIVA
Sumber daya perusahaan (aktiva) perlu dijaga. Cara menjaga aktiva tersebut antara lain:
  • Penggunaan buku pembantu dalam catatan akuntansi
  • Rekonsiliasi (seperti rekonsiliasi kas dan persediaan)
  • Prosedur acknowledgement sebagai bentuk wujud pertanggungjawaban atas aktiva yang ditangani oleh seseorang atau suatu bagian.
  • Penggunaan log dan register
  • Review oleh pihak independent
PENGENDALIAN PRAKTIK MANAJEMEN
Meliputi kebijakan dan praktik sumber daya manusia, komitmen terhadap kompetensi, praktik perencanaan, praktik audit, dan pengendalian pengembangan sistem aplikasi (prosedur perubahan sistem dan prosedur pengembangan sistem baru).


PENGENDALIAN APLIKASI
Meliputi:
  • Pengendalian otorisasi,
  • Pengendalian input, dapat berupa edit test pada saat data diinputkan ke dalam layar komputer (validity check, limit check, field check, relationship check), dapat berupa batch control total (amount control total, hash total dan record count) jika data diinputkan secara batch.
  • Pengendalian proses, dapat berupa manual cross check dan pengendalian proses yang lain.
  • Pengendalian output. Output mesti didistribusikan ke pihak yang tepat.
Lebih detail tentang pengendalian aplikasi, silahkan klik di sini.