Showing posts with label faktur penjualan. Show all posts
Showing posts with label faktur penjualan. Show all posts

Tuesday, May 21, 2013

Kaitan Faktur Penjualan dan Jurnal Akuntansi


Dalam pembuatan sistem informasi akuntansi, faktur penjualan nantinya akan menjadi salah satu layar input. Salah satu pertanyaan yang sering muncul di benak programer adalah nanti, jurnalnya seperti apa. Oleh karena itu, kali ini, penulis akan berbagi dengan para (calon) programer bagaimana kaitan antara faktur penjualan dengan jurnal akuntansi. Agar mudah dipahami, penulis akan menggunakan beberapa contoh kasus.

Kasus 1. Penjualan Tunai di Toko Swalayan (Tidak ada PPN)


Perhatikan bagian dari faktur yang diberi lingkaran merah. Angka ini merupakan total nilai faktur. Angka ini menunjukkan besarnya penjualan dan sekaligus besarnya kas yang diterima. Untuk kasus ini, maka jurnalnya adalah Debet Kas Rp 125.000 dan Kredit Penjualan Rp 125.000.

Kasus 2. Penjualan Tunai di Toko Swalayan (dengan PPN)


Perhatikan, dalam faktur tersebut tertulis harga termasuk PPN 10%. Ini berarti, tidak semua kas yang diterima akan menjadi milik perusahaan, 10% dari nilai penjualan akan disetorkan ke kas negara sebagai PPN. Pertama, kita harus memisahkan dulu komponen PPN dari Penjualan.
Kas yang diterima = Penjualan + PPN
Kas yang diterima = Penjualan + 10% Penjualan
Jadi, untuk menghitung komponen PPN, kita akan menggunakan formula sebagai berikut.
                10%/110% * Kas yang diterima
Sedangkan komponen penjualan, akan dihitung menggunakan formula berikut ini.
                100%/110% x Kas yang diterima
Dengan menggunakan data dalam gambar faktur (yang kedua) di atas, maka jurnal di balik faktur tersebut adalah sebagai berikut. Debet Kas Rp 82.500, Kredit Penjualan Rp 75.000 dan Kredit PPN Rp 7.500

Kasus 3. Penjualan Tunai dengan Biaya Angkut




Dalam kasus kali ini, dicontohkan, Cute Pet Breeding menjual dua ekor anjing pom-pom. Ongkos angkut dibebankan ke konsumen senilai Rp300.000. Berikut jurnal yang mesti dibuat terkait dengan faktur Cute Pet Breeding tersebut. Debet Kas Rp 900.000, Kredit Penjualan Rp 600.000 dan Kredit Ongkos Angkut Penjualan Rp 300.000.

Kasus 4. Penjualan Kredit dengan Uang Muka



Dalam kasus ini, misalkan Gara Konsultan yang bergerak dalam pemberian jasa konsultasi menerima pesanan jasa konsultasi di bidang strategik dari CV Ayu Wastu. CV Ayu Wastu memberi uang muka Rp1.000.000. Berikut jurnal yang harus dibuat CV Ayu Wastu pada saat menerima uang muka. Debet Kas Rp 1.000.000, Debet Piutang Dagang Rp 2.000.000 dan Kredit Pendapatan Jasa Konsultasi Rp 3.000.000.

Lebih jauh mengenal tentang penjualan, dapat dilihat dalam artikel berikut ini.
'1. Faktur Penjualan
2. Tentang sistem penjualan
3. Tentang flowchart penjualan tunai
4. Tentang flowchart penjualan kredit
5. Tentang database penjualan


Faktur Penjualan versus Faktur Pembelian


Dalam proses bisnis, di siklus penjualan, kita mengenal dokumen yang disebut Faktur Penjualan. Berikutnya, di siklus pembelian, kita mengenal dokumen yang disebut Faktur Pembelian. Menurut anda, apa perbedaan dua istilah tersebut?
Pada dasarnya bentuk Faktur Penjualan ya sama persis seperti Faktur Pembelian. Bagaimana bisa? Lebih mudah memahami hal ini menggunakan skenario berikut ini.
Toko Elektronik Jaya menjual mesin cuci ke Laundry CuciBersih secara tunai. Faktur yang dibuat oleh Toko Elektronik Jaya untuk merekam transaksi penjualan tersebut disebut Faktur Penjualan oleh Toko Elektronik Jaya. Faktur yang diserahkan ke Laundry CuciBersih tersebut akan disebut Faktur Pembelian oleh Laundry CuciBersih.



Jadi, perlu dicatat, kita tidak akan pernah menemukan faktur dengan judul Faktur Pembelian. Istilah Faktur Pembelian hanya sekadar istilah untuk mengacu pada Faktur dalam siklus pembelian.

Thursday, November 10, 2011

Faktur Penjualan

Invoice atau disebut juga Faktur Penjualan merupakan dokumen untuk merekam transaksi penjualan antara penjual dengan pembeli. Lazimnya dokumen ini dibuat oleh penjual. Bentuk dokumen bisa bermacam-macam, tergantung pada apa yang dijual (bisa barang bisa juga jasa), kesepakatan dalam transaksi penjualan (tunai atau kredit atau kredit dengan uang muka atau apakah perusahaan membebankan ongkos kirim kepada konsumen). Berikutnya, apakah perusahaan termasuk Pengusaha Kena Pajak yang wajib mengenakan PPN kepada konsumen.

Berikut disajikan contoh faktur penjualan tunai. Dalam faktur penjualan tunai ini, penulis juga menempatkan kolom nama konsumen. Kebanyakan, dalam kasus penjualan tunai, perusahaan tidak menyimpan nama konsumen. Sekalipun demikian, dalam beberapa kasus, perusahaan memilih untuk merekam nama konsumen tunai mereka. Seperti contohnya, lottemart atau toko komputer yang menjual barang dengan garansi. Jadi, jika perusahaan memilih untuk tidak melacak konsumen mereka, maka kolom atau field konsumen mestinya dihilangkan dari rancangan faktur penjualan tunai.


Jika perusahaan mengenakan PPN, maka PPN dihitung dari total penjualan .... (jika lagi, semua barang memang dikenai PPN). Lebih ribet lagi, jika sebagian produk dengan PPN dan sebagian produk tidak dijual dengan PPN ..... (Ada barang tertentu, seperti barang kebutuhan pokok yang tidak dikenai PPN). Lha ..... bagaimana rancangan fakturnya?  Perusahaan dapat memilih untuk menampilkan harga yang sudah termasuk PPN .... jadi, fakturnya tinggal ditambahi tulisan "Harga sudah Termasuk PPN."

Berikutnya, penulis sajikan contoh rancangan faktur penjualan kredit. Tidak banyak perbedaan, selain tambahan field tempo (untuk memberi informasi kepada konsumen, kapan piutang akan ditagih), dan tambahan field uang muka..Ada beberapa perusahaan yang memilih untuk tidak menarik uang muka dari konsumen. Jika memang demikian, maka field uang muka dapat dihilangkan.


Tertarik untuk lebih lanjut mengenal sistem akuntansi penjualan?
1. Tentang sistem akuntansi penjualan (berlaku baik untuk proses manual maupun dengan komputer).
2. Tentang database penjualan
    2.a. Tentang tabel-tabel dalam database penjualan
    2.b. Tentang atribut dalam tabel-tabel tersebut
3. Tentang flowchart penjualan tunai
4. Tentang kaitan antara Faktur Penjualan dengan Jurnal Akuntansi