Showing posts with label risiko. Show all posts
Showing posts with label risiko. Show all posts

Tuesday, November 1, 2011

Karyawan bisa jadi Tikus dan Monster Penghisap Darah Perusahaan


Berikut ini merupakan buku yang membahas mengenai sistem informasi akuntansi. Khususnya mengenai risiko kecurangan yang bisa terjadi di perusahaan dan pengendalian seperti apa yang dapat diterapkan untuk mengatasi kecurangan tersebut.

Sebagai contoh, bagaimana pemanfaatan nomor urut tercetak dapat digunakan untuk mencegah kecurangan dan mendeteksi kecurangan.

LebiMau tahu lebih lanjut? Silahkan kunjungi toko buku terdekat atau toko buku online, atau langsung ke penerbit. http://www.gramediashop.com/index.php/search/book/lilis%20setiawati.

Sunday, March 16, 2008

SISTEM PENJUALAN

TUJUAN SISTEM PENJUALAN
Tujuan sistem penjualan adalah:
  • Mencatat order penjualan dengan cepat dan akurat
  • Memastikan bahwa perusahaan menjual kepada  konsumen yang memang layak menerima kredit (sehingga kalau boleh, tidak ada kredit macet)
  • Memastikan bahwa konsumen menerima kiriman produk dan jasa tepat waktu, sesuai yang dijanjikan
  • Menagih tepat waktu dan akurat, sehingga perputaran kas lebih cepat.
  • Mencatat dan mengelompokkan transaksi keuangan secara cepat dan akurat (ke dalam jurnal maupun ke buku besar)
  • Memastikan keamanan aset perusahaan (barang dagangan maupun kas dari penjualan)
INPUT SISTEM PENJUALAN

Jangan terkejut melihat banyaknya dokumen dalam siklus penjualan ini. Beberapa nama dokumen sebenarnya dapat merupakan rangkap dari dokumen yang lain. Fokus pada bahasan ini adalah fungsi dari dokumen.
  • Order pembelian konsumen (Purchase Order). Order yang diterima dari konsumen
  • Order penjualan. Sarana untuk merekam order konsumen yang dibuat oleh perusahaan.
  • Order acknowledgment. Rangkap dari order penjualan yang dikirim ke konsumen untuk memberi tahu konsumen bahwa ordernya telah diterima.
  • Picking list. Rangkap dari order penjualan yang dikirim ke bagian gudang sebagai surat perintah ke gudang untuk menyiapkan barang yang dipesan.
  • Packing slip. Rangkap dari order penjualan yang disertakan dengan paket barang yang akan dikirim ke konsumen.
  • Billing of ladding. Sarana untuk meminta agen transportasi (kurir) untuk mengirimkan barang perusahaan ke konsumen. Dokumen ini merupakan bukti serah terima barang antara Bagian Pengiriman perusahaan dengan Perusahaan Kurir.
  • Shipping notice. Rangkap dari order penjualan atau dokumen lain yang berfungsi sebagai bukti bahwa barang memang telah dikirimkan. Dokumen ini diverifikasi oleh bagian pengiriman barang, untuk kemudian finalnya diserahkan ke Bagian Penagihan. Bagian Penagihan akan menagih konsumen setelah menerima shipping notice, yang berarti barang telah dikirim ke konsumen. Jadi, shipping notice ini berguna untuk mencegah jangan sampai kita menagih konsumen atas barang yang belum kita kirimkan.
  • Sales invoice. Faktur penjualan yang dikirimkan ke konsumen sebagai sarana penagihan piutang .
  • Remittance advice. Remittance advice semacam kuitansi atau bukti penerimaan kas. Dokumen ini menunjukkan jumlah kas yang diterima dari konsumen. 
  • Deposit slip. Slip setoran uang ke bank.
  • Back order. Dokumen yang dibuat pada saat jumlah persediaan tidak dapat memenuhi permintaan pesanan dari konsumen. 
  • Memo kredit. Dokumen yang berfungsi sebagai bukti kredit atas piutang konsumen, akibat retur penjualan. Memo kredit bergungsi untuk memberi tahu konsumen bahwa barang yang diretur telah diterima dan bahwa piutangnya berkurang sejumlah barang yang diretur.
  • Aplikasi kredit. Formulir untuk merekam data dan informasi konsumen baru yang hendak mengajukan kredit.
  • Salesperson call report. Formulir yang digunakan untuk merekam telpon yang dilakukan salesman untuk memprospek konsumen.
  • Deliquent notice. Dokumen dikirimkan ke konsumen yang piutangnya telah lewat tanggal jatuh tempo. 
  • Write Off Notice. Dokumen yang dibuat oleh manajer kredit untuk mencatat penghapusan piutang. Dokumen ini dibuat pada saat sebuah piutang sudah benar-benar macet.
  • Cash register receipt. Struk kas register yang digunakan oleh toko pengecer untuk merekam kas yang diterima.
OUTPUT SISTEM PENJUALAN

Salah satu tujuan sistem informasi adalah menghasilkan laporan yang berguna bagi manajemen untuk pengambilan keputusan. Output atau laporan yang dapat dihasilkan dari sistem penjualan antara lain.
  • Order konsumen yang belum terpenuhi
  • Jurnal penjualan (daftar faktur penjualan, urut nomor faktur)
  • Daftar pengiriman barang urut per tanggal kirim
  • Jurnal penerimaan kas (daftar remittance advice atau kuitansi, tersaji urut nomor)
  • Daftar memo kredit
  • Daftar umur piutang
  • Trend penjualan dari bulan ke bulan.
  • Penjualan per lini produk tertentu.
PENGENDALIAN INTERNAL
Paparan Risiko yang dihadapi dalam siklus penjualan
  • Penjualan kredit kepada konsumen yang sebenarnya tidak layak menerima kredit, perusahaan dapat rugi karena piutang macet.
  • Kelewat mecatat pengiriman barang atau mengirim barang dan lupa membuatkan tagihan (faktur). Perusahaan rugi karena tidak akan pernah menerima kas dari pengiriman tersebut.
  • Kesalahan dalam membuat faktur (salah jumlah atau salah harga). Konsumen bisa marah atau perusahaan bisa rugi, menagih terlalu rendah.
  • Salah posting, sehingga catatan akuntansi yang dihasilkan salah.
  • Penjualan kredit fiktif, sehingga saldo penjualan dan piutang perusahaan menjadi terlalu besar.
  • Pencurian produk jadi perusahaan
  • Penghapusan piutang konsumen oleh karyawan yang tidak memiliki wewenang, sehingga perusahaan tidak akan pernah menerima kas dari piutang tersebut.
  • Pencurian kas oleh orang yang bertanggung jawab untuk memegang kas.
  • Lapping.
  • Akses terhadap data piutang dan persediaan oleh orang yang tidak berwenang.
  • Virus.
  • Pencurian data konsumen (misal transaksi melalui web)
  • Bertransaksi menggunakan kartu kredti curian
  • Kegagalan server.
Detail dari beberapa risiko ini, penulis ulas dalam buku tentang Karyawan bisa Menjadi Tikus dan Monster Penghisap Darah Perusahaan.

Pengendalian Umum:
  • Pengendalian organisasi. Prinsip umum, bagian pemegang harta kekayaan organisasi mesti terpisah dengan bagian pencatatan. Personel pengembang sistem (yang mengetik dan memodifikasi program) mesti terpisah dengan personel yang menggunakan dan mengoperasikan sistem.
  • Pengendalian dokumentasi. Ada dokumentasi yang lengkap, seperti dokumentasi formulir yang digunakan, flowchart, struktur database, laporan dan output sistem, serta kebijakan manajermen terkait dengan persetujuan kredit, penghapusan piutang macet dan lain sebagainya.
  • Rekonsiliasi aktiva dengan catatan perusahaan.
  • Pengendalian praktik manajemen. Manajer mesti memperkerjakan programer dan akuntan yang kompeten. Pengembangan dan perubahan sistem mesti melalui prosedur yang jelas, ada persetujuan awal, pengujian dan penandatanganan perubahan. Audit atas siklus penjualan. Manajer mereview laporan-laporan yang dihasilkan sistem.
  • Pengendalian otorisasi.
  • Pengendalian akses. Meliputi terminal dengan fungsi yang terbatas, hanya untuk mencatat penjualan dan penerimaan kas; Log untuk merekam semua transaksi penjualan dan penerimaan kas pada saat user masuk ke dalam sistem; Backup secara rutin; Gudang yang terkunci.
Pengendalian Aplikasi
  • Dokumen yang bernomor urut tercetak terkait dengan penjualan, pengiriman barang dan penerimaan kas.
  • Validasi data yang diinputkan ke dalam aplikasi penjualan
  • Koreksi kesalahan pada saat input data, sebelum data diproses lebih lanjut.
Contoh validasi data:
Detail arti setiap validasi data tersebut dapat dilihat dalam bahasan Pengendalian Aplikasi.
  • Validity check (data nya sesuai tidak dengan yang ada di dalam master file)
  • Self checking digit
  • Field check (type data)
  • Limit check
  • Range check
  • Sign check
  • Completeness check
  • Echo check
  • Batch control total
Lebhi lanjut tentang penjualan dapat dilihat di bahasan berikut ini.
1. Faktur Penjualan

Friday, February 29, 2008

Keamanan atas Sistem Pendukung Pemrosesan Informasi

PENGENDALIAN ATAS SUMBER DAYA PERUSAHAAN

  • Proteksi dari akses oleh pihak yang tidak berwenang
  • Proteksi dari bencana alam
  • Proteksi dari breakdowns dan interupsi bisnis
  • Pengawasan atas keamanan perusahaan (audit)

PROTEKSI DARI AKSES OLEH PIHAK YANG TIDAK BERWENANG
  • Satpam
  • Resepsionis
  • Teralis
  • Lampu penerangan
  • Alarm pencuri
  • Alarm kebakaran
  • Alarm untuk mengawasi gerakan
  • Pintu yang terkunci
  • Monitor televisi
  • Brankas
  • Kas register yang terkunci
  • Logs dan register
  • Asuransi atas harta organisasi
  • Batasan atas siapa yang boleh masuk ke area tertentu
  • Terminal komputer yang terkunci
  • Terminal komputer yang tidak dapat diakses
  • Pintu yang hanya terbuka dengan kartu akses
  • Kartu identitas karyawan
  • Password
  • Log in/log out tamu
  • Foto para pengunjung/tamu
  • Pemandu bagi tamu yang berkunjung ke area tertentu

PROTEKSI DARI BENCANA ALAM

  • Sarana pemadam kebakaran
  • Lemari tahan api
  • Air conditioning (untuk mempertahankan suhu komputer)
  • Pengendali kelembaban
  • Ruang yang anti air
  • Drainase yang baik
  • Pendeteksi air bawah tanah
  • Konstruksi bangunan tahan api
  • Tenaga listrik cadangan (generator diesel)
  • Asuransi
  • Rencana keamanan dan kontijensi bencana
  • Isolasi atas ruang computer

PROTEKSI DARI BREAKDOWNS DAN INTERUPSI BISNIS
  • Sarana backup
  • Asuransi
PROTEKSI ATAS DATA ORGANISASIData organisasi perlu diproteksi dalam hal:
  • Deteksi dari pencurian atau akses data dari pihak yang tidak berwenang
  • Deteksi atas usaha untuk mengakses atau merubah data
  • Proteksi untuk mencegah kehilangan data dan perubahan data perusahaan
  • Rekonstruksi atas data perusahaan yang rusak atau hilang

Deteksi dari pencurian atau akses data dari pihak yang tidak berwenang
  • Pintu yang terkunci
  • Terminal yang terkunci
  • Akses yang terbatas
  • Partisi atas penyimpanan data dan program
  • Password
  • Penghancur kertas
  • Fungsi terminal yang terbatas
  • Prosedur callback

Deteksi atas usaha untuk mengakses atau merubah data
  • Log untuk mengakses data
  • Log untuk mengendalikan data
  • Aplikasi untuk mengendalikan akses
  • Log atas perubahan program dan sistem
Proteksi untuk mencegah kehilangan data dan perubahan data perusahaan
  • Log library
  • Log transaksi
  • Write protect atas media penyimpanan (CD, harddisk dll)
  • Label eksternal
  • Label internal
  • Log batch control
  • Lockout untuk menangani konkurensi

Rekonstruksi atas data perusahaan yang rusak atau hilang
  • Log aktivitas
  • Prosedur backup
  • Prosedur rekonstruksi (restore)
Keamanan dan Pengendalian atas Jaringan dan WEB

Paparan risiko atas jaringan dan web:
  • Kegagalan mentransmisi data
  • Akses data oleh pihak yang tidak berwenang (tapping)
  • Kesalahan dalam input data
Keamanan dan pengendalian yang dapat diaplikasikan:
  • Penunjukkan admin untuk menangani masalah sekuritas
  • Enkripsi pesan
  • Penggunaan perangkat keras yang andal
  • Backup yang terjadwal
  • Pengendalian transmisi
  • Penempatan server di lokasi yang aman
  • Password
  • Mekanisme validasi input
  • Pembatasan akses

Paparan Risiko dan Struktur Pengendalian Internal

TUJUAN PENGENDALIAN INTERNAL:
  • Efektivitas dan efisiensi operasi
  • Reliabilitas pelaporan keuangan
  • Kesesuaian dengan aturan dan regulasi yang berlaku
STRUKTUR PENGENDALIAN INTERNAL
  • Struktur pengendalian internal menurut COSO
  • Lingkungan Pengendalian Internal
  • Penaksiran Risiko
  • Aktivitas Pengendalian
  • Informasi dan Komunikasi
  • Monitoring
LINGKUNGAN PENGENDALIAN INTERNAL
Lingkungan pengendalian internal merefleksikan seluruh sikap dan kesadaran dewan direksi, komite audit, manager, pemilik, dan karyawan mengenai pentingnya pengendalian internal sebuah perusahaan. Lingkungan pengendalian merupakan dasar dari seluruh komponen pengendalian internal yang lain.

Lingkungan pengendalian meliputi:
Filosofi manajemen dan gaya operasi. Manajer perlu menjadi contoh perilaku etis dengan mentaati kode etik perusahaan. Manajer perlu menyusun kode etik secara formal. Manajer mesti menekankan pentingnya pengendalian internal dan memperlakukan setiap personel dengan wajar dengan dengan penuh respek.
Integritas dan nilai-nilai etika. Perilaku etis dan tidak etis manajer dan seluruh karyawan akan berdampak besar terhadap keseluruhan struktur pengendalian internal, menciptakan suasana yang secara signifikan mempengaruhi validitas proses pelaporan keuangan. Manajemen mesti secara proaktif memastikan bahwa semua karyawan benar-benar sadar dengan standard etika perusahaan. Manajemen juga mesti membuat kebijakan yang mendukung karyawan untuk mencapai tujuan jangka panjang dan bukan tujuan jangka pendek.
Komitmen terhadap kompetensi. Perusahaan mesti merekrut karyawan yang kompenen dan dapat dipercaya yang memiliki inisiatif dan kreativitas untuk bereaksi secara cepat terhadap kondisi bisnis yang dinamis. Perusahaan mesti memilih personil yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai untuk menyelesaikan setiap tanggung jawab yang diberikan kepada karyawan tersebut.
Dewan direksi atau komite audit. Dewan direksi semestinya menunjuk komite audit untuk mengawasi praktik dan kebijakan akuntansi dan pelaporan keuangan perusahaan. Komite audit merupakan perantara antara dewan direksi dan auditor internal/eksternal.
Struktur organisasi. Struktur organisasi merupakan rerangka hubungan formal antar personil perusahaan untuk mencapai tujuan organsisasi.
Pemberian wewenang dan tanggung jawab. Perusahaan mesti memiliki deskripsi pekerjaan untuk setiap karyawan. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab mesti dilakukan dengan baik. Perubahan terhadap sistem informasi mesti dilakukan melalui persetujuan tertulis.
Kebijakan dan praktik sumber daya manusia. Setiap karyawan baru mesti dikenalkan dengan pengendalian internal, kebijakan etika dan kode etik perusahaan. Perusahaan mesti perduli dengan undang-undang dan peraturan ketenagakerjaan yang ditetapkan oleh pemerintah. Perusahaan mesti memastikan terwujudnya lingkungan kerja yang aman dan sehat. Perusahaan dapat menyelenggarakan sarana konseling untuk karyawan yang bermasalah. Perusahaan punya prosedur yang baik untuk karyawan yang berhenti bekerja.

PENAKSIRAN RISIKO
Manajemen mesti mengidentifikasi dan menaksir risiko yang relevan yang dapat mencegah perusahaan mencapai tujuan organisasi. Manajer juga mesti menyusun rencana untuk mengelola risiko yang telah diidentifikasi.
  • Mengidentifikasi risiko internal yang signifikan.
  • Mengidentifikasi risiko eksternal yang signifikan.
  • Menyusun analisis risiko.
  • Manajemen risiko yang relevan.
AKTIVITAS PENGENDALIAN
Aktivitas pengendalian bertujuan untuk mengarahkan karyawan agar karyawan dapat bertindak sesuai dengan arahan manajer.

Aktivitas yang terkait dengan pelaporan keuangan. Meliputi: Perancangan dokumen yang baik dan penggunaan dokumen bernomor urut tercetak; Pemisahan tugas; Otorisasi atas transaksi; Pengamanan yang memadai; Cek independen atas kinerja rekan sekerja; Penilaian (valuation) atas jumlah yang mesti dicatat yang tepat
Aktivitas yang terkait dengan pemrosesan informasi, meliputi pengendalian umum dan pengendalian aplikasi. Aktivitas ini membantu memastikan reliabilitas dan integritas sistem informasi yang memproses informasi keuangan maupun informasi non keuangan.

Aktivitas pengendalian yang lain yang relevan dengan pelaporan keuangan adalah review atas kinerja, yang meliputi:
1. Membandingkan anggaran dan nilai aktual
2. Menganalisis kaitan antar data, melakukan investigasi dan tindakan korektif
3. Review atas kinerja fungsional atau area tertentu.


INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Mengidentifikasi dan merekam informasi yang relevan untuk pelaporan keuangan
mengkomunikasikan informasi yang relevan dengan format yang sesuai
  • Harus dipastikan bahwa SIA menghasilkan pelaporan keuangan yang andal.
  • Semua transaksi yang diproses adalah transaksi yang valid dan terotorisasi
  • semua transaksi yang valid mesti direkam dan diinputkan tepat waktu dengan cukup detail sehingga transaksi dapat diklasifikasikan dengan semestinya.
  • semua data input akurat dan lengkap
  • semua transaksi yang telah diinput diproses dengan baik
  • semua output yang diperlukan disajikan sesuai dengan aturan yang ada untuk menghasilkan informasi yang akurat dan andal
  • semua transaksi dicatat dalam periode akuntansi yang tepat
MONITORING
Tujuan monitoring adalah menaksir kualitas struktur pengendalian internal dari waktu ke waktu melalui aktivitas monitoring. Contoh aktivitas monitoring: supervisi atas aktivitas karyawan dari hari ke hari dan audit atas catatan akuntansi.
Aktivitas yang berkesinambungan
Evaluasi secara terpisah

PAPARAN RISIKO
Setiap perusahaan menghadapi paparan risiko. Paparan risiko dapat berasal dari pihak internal maupun eksternal perusahaan, seperti dari karyawan, konsumen, hacker, pelaku criminal dan bencana alam.

Tipe risiko
  • kesalahan yang tidak disengaja
  • kesalahan yang disengaja
  • pencurian aktiva
  • menjebol keamanan perusahaan
  • tindak kekerasan dan bencana alam
Paparan terhadap risiko dipengaruhi oleh:
  • Frekuensi kejadian. Contoh: penjualan.
  • Kerentanan sebuah aktiva. Contoh kas sangat rentan.
  • Besarnya nilai rupiah.
Masalah yang memperbesar paparan risiko yang dihadapi perusahaan:
  • Kolusi
  • Kurangnya penegakan disiplin
  • Kejahatan komputer
Contoh kejahatan komputer:
  • Pencurian hardware dan software
  • penggunaan komputer tanpa otorisasi untuk kepentingan personal
  • modifikasi atau penggunaan program untuk melakukan kejahatan
Komputer rentan terhadap tindak kejahatan karena:
  • Komputer mengakibatkan pemusatan data dan pemrosesan data
  • jejak audit dalam lingkungan SIA tidak sejelas dalam lingkungan manual
  • Komputer powerful tetapi kompleks dan rentan
Dalam menerapkan pengendalian, perusahaan mesti mempertimbangkan manfaat dan biaya untuk menerapkan pengendalian tersebut.