Showing posts with label Batch Processing System. Show all posts
Showing posts with label Batch Processing System. Show all posts

Thursday, November 17, 2011

Batch Processing System

Batch processing system adalah pemrosesan transaksi secara batch (sekelompok demi sekelompok). Batch processing system merupakan kebalikan dari online transaction system. Dalam pemrosesan batch, transaksi tidak direkam ke dalam aplikasi pada saat terjadinya.

Sebagai contoh, Bapak Sentot memiliki sebuah toko mebel. Sepanjang hari, Bapak Sentot merekam penjualan dalam faktur secara manual (dalam artian pakai kertas dan balpoin). Setiap sore, Bapak Sentot  menyerahkan setumpuk nota kepada istrinya. Keesokan harinya, ibu Sentot akan menginputkan transaksi penjualan ke dalam komputer. Demikian setiap hari.

Sekalipun online transaction system sudah menjamur, batch processing system masih dapat dipertimbangkan untuk dipakai. Berikut penulis sajikan beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan, mengapa perancang sistem memilih batch transaction processing.
  1. Batch transaction system dalam sistem penjualan masih memungkinkan jika jumlah transaksi dengan konsumen per hari tidak terlalu banyak. Dengan demikian pengulangan pekerjaan (membuat nota secara manual dan menginput ulang transaksi ke dalam aplikasi) tidak menjadi beban yang berat.
  2. Batch transaction system adakalanya dipilih untuk menangani back end accounting perusahaan. Jadi, perusahaan bisa memilih untuk merekam penjualan dengan aplikasi online. Kemudian pada akhir hari, bagian akuntansi memproses posting ke dalam jurnal dan buku besar setelah melakukan verifikasi terhadap transaksi sepanjang hari. Jadi, aplikasi penjualan adalah aplikasi online, tetapi aplikasi akuntansinya adalah aplikasi batch. Memang ada juga perancang sistem yang memilih untuk membuat aplikasi yang akan otomatis membuat jurnal langsung pada saat penjualan dicatat (seperti MYOB, misalnya).  
Artikel lain terkait dengan batch processing system adalah sebagai berikut.

Friday, November 11, 2011

Batch Control Total

Definisi Batch Control Total mungkin agak rumit dimengerti. Lebih baik apa arti batch control total dijelaskan melalui ontoh saja. Sebagai contoh, misalkan sebuah perusahaan tidak menggunakan sistem penjualan online. Jadi, faktur penjualan akan dientry  setiap akhir hari. Dalam kasus seperti ini, maka pencatatan transaksi perusahaan disebut sistem batch (bukan sistem online). Jadi, setiap akhir hari, sekelompok faktur akan diinputkan sekaligus.
Misalkan, pada suatu hari ada 5 buah faktur, yaitu faktur 11010, 11011, 11012, 11013, dan 11014. Sebelum petugas menginputkan data, petugas akan menjumlahkan nilai penjualan dalam kelima faktur tersebut dan menjumlahkan kelima nomor seri faktur (55060). Jumlah lima nomor urut faktur ini memang bukan jumlah yang memiliki makna. Nanti kita akan lihat apa gunanya jumlah nomor urut ini. Berikutnya, petuigas akan mulai menginputkan kelima faktur tersebut. Sebelum proses simpan, aplikasi akan dibuat otomatis menghitung total penjualan dan total nomor urut faktur yang diinputkan. Hasil hitungan komputer tidak ditampilkan dil layar. User akan diminta menginputkan hasil hitungan user. Komputer akan membandingkan hasil hitungan user dengan hasil hitungan komputer. Jika berbeda, komputer memberi informasi bahwa hasil hitungan aplikasi dan hitungan manual berbeda. Perbedaan ini bisa mengindikasikan ada faktur terlewat diinput atau user melakukan kesalahan penjumlahan. Jadi, pengendalian batch control total ini berguna untuk memastikan bahwa faktur diinputkan lengkap dan benar.